Sebelumnya, dalam “Mengapa Anda perlu membangun bisnis sendiri?” majalah Forbes mendefinisikan “kaya” sebagai orang dengan penghasilan pertahun lebih dari $ 1 juta dan “miskin” sebagai mereka yang berpenghasilan kurang dari $25.000 per/tahun. Yang lebih penting daripada kuantitas adalah kualitas uang yang Anda peroleh.

Menurut Robert Kiyosaki dalam buku Business of the 21st Century, terdapat 3 jenis bisnis bersistem yang dapat memberikan penghasilan besar menuju kaya.

Dengan adanya uraian jenis bisnis berikut, kiranya dapat dijadikan untuk memilih bisnis yang sesuai untuk Anda.

Korporasi

Korporasi adalah bisnis besar sedangkan konglomerasi adalah jaringan bisnis besar.  Membangun bisnis korporasi membutuhkan modal yang tidak sedikit. Membangun bisnis korporasi dengan modal nol tetap menjadi jalan paling beresiko menuju kaya. Dalam lima tahun pertama, tingkat kegagalan  sekitar 90%. Jika gagal, siapa yang menanggung kerugian?

Contoh  korporasi adalah PT. Indofood Sukses Makmur dengan beberapa anak perusahaan sebagai jaringan bisnis seperti PT. Pepsi-Cola dan PT. Indofood Fritolay Makmur.

Dalam korporasi, Anda membangun system sendiri agar bisnis berjalan auto pilot dan tentunya ini tidaklah mudah dikarenakan dibutuhkan pengalaman dan skill yang luar biasa.

Tempat usaha termasuk kebutuhan yang strategis dalam membangun korporasi. Dab membutuhkan  waktu agar bisnis ini sukses, setidaknya 20-30 tahun.

Waralaba (Franchise)

Waralaba berasal dari Bahasa Perancis yang berarti hak atau kebebasan. Waralaba merupakan sistem bisnis.

Beberapa Bisnis Waralaba

Menurut Pemerintah Indonesia, waralaba adalah perikatan yang salah satu pihaknya diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang/jasa (Wikipedia).

Tidak sedikit modal yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis waralaba yang mempunyai reputasi yang baik dan di kenal masyarakat, seperti BreadTalk, McDonalds, AlfaMart dan sebagainya. Selain modal, biasanya pemegang waralaba membayar ‘royalti’ kepada pemilik waralaba. Kelebihan bisnis waralaba, pemegang waralaba tinggal menjalankan karena pemilik waralaba sudah menyediakan sistem.

Selain itu, pemilik waralaba biasanya memberikan pelatihan seperti manajemen keuangan, marketing, periklanan dan sebagainya.

Resiko dalam bisnis waralaba cukup tinggi, adanya sistem tidak menjamin akan mendapatkan keuntungan seperti yang diharapkan.

Bisnis Jaringan

Penghasilan pasif (Pasif Income) merupakan kekuatan bisnis jaringan. Modal dan resikonya lebih kecil jika dibandingkan bisnis yang lain. Dalam bisnis jaringan, berlaku hukum Metcalf (Robert Metcalf – Pendiri 3Com) yang menjadi kunci bisnis jaringan.

Membangun Bisnis dengan Jaringan (google)

Metcalf  mendefinisikan nilai jaringan:

V = N²

Dengan kata lain, nilai ekonomis suatu jaringan sama dengan kuadrat jumlah pengguna jaringan itu. Jika menambah pengguna jaringan, nilai jaringan bertambah seperti deret ukur. Bisnis konvensional menggunakan deret hitung.

Saatnya memilih bisnis yang sesuai!

Terdapat 3 jenis bisnis bersistem yang dapat memberikan penghasilan besar menuju kaya yang kiranya dapat dijadikan untuk memilih bisnis yang sesuai untuk Anda.

Share This